SORONG — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sorong, Muhudar Wailegi, menghadiri Konferensi Wilayah (Konferwil) I Nahdlatul Ulama (NU) Papua Barat Daya yang digelar di Sekretariat PC NU Kabupaten Sorong, Jalan Wortel, Kelurahan Malasom, Distrik Aimas, Rabu (12/8/2026).
Kehadiran Muhudar Wailegi dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan Kementerian Agama terhadap peran organisasi keagamaan dalam memperkuat kehidupan keagamaan, menjaga kerukunan umat beragama, serta membangun sinergi bersama pemerintah dalam mendukung pembangunan di Papua Barat Daya.
Konferwil I NU Papua Barat Daya menjadi forum konsolidasi organisasi untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah kepengurusan dan program kerja NU ke depan.
Muhudar Wailegi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Konferwil I NU Papua Barat Daya. Menurutnya, forum tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat kontribusi NU di tengah masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Konferwil I NU Papua Barat Daya. Ini merupakan forum yang penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyatukan langkah, dan merumuskan program-program yang dapat memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat,” ujar Muhudar Wailegi.
Ia mengatakan, Kementerian Agama terus mendorong terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang baik dengan organisasi keagamaan. Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan peran tokoh agama, ulama, organisasi keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kehidupan sosial dan keagamaan yang kondusif,” katanya.
Muhudar juga menilai NU memiliki peran strategis dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, persatuan, toleransi, dan moderasi beragama.
“Di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat Daya, moderasi beragama menjadi sangat penting. Kita ingin kehidupan beragama berjalan dengan baik, tetapi pada saat yang sama persatuan dan kerukunan tetap terjaga. Di sinilah organisasi keagamaan seperti NU memiliki peran yang sangat besar,” ungkapnya.
Ia berharap kepengurusan NU Papua Barat Daya yang nantinya terbentuk melalui Konferwil dapat terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah serta organisasi keagamaan lainnya.
“Kami berharap hasil Konferwil ini dapat melahirkan kepengurusan yang mampu membawa NU semakin dekat dengan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Mari kita bersama-sama menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan membangun Papua Barat Daya melalui kolaborasi yang baik,” pungkas Muhudar Wailegi.