Pulau Doom – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Balai Nikah dan Layanan Keagamaan Kantor Urusan Agama (KUA) Distrik Sorong Kepulauan, Pulau Doom, Jumat (31/7).
Pembangunan gedung ini didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2026 dengan masa pengerjaan mulai 7 Juli hingga 31 Desember 2026 atau berlangsung selama 178 hari kalender.
Acara peletakan batu pertama ini dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Plt. Bimbingan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat Rofiul Amri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sorong Muhudar Wailegi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sorong Fentje Burdam, Plt Kepala Tata Usaha Kemenag Kota Sorong I Gede Dharmaja Sedana, serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kemenag Kota Sorong Daniel Wenno.

Turut hadir pula Kapolsek Sorong Kepulauan Iptu Kosman, Kepala KUA Sorong Kepulauan Agusanto, Kepala KUA Sorong Utara Idward Palisoa, Kepala KUA Sorong Timur Abdul Syahab, Kepala KUA Sorong Kota Muh. Yasin Ahmad, staf Kemenag Kota Sorong, serta para tokoh masyarakat Pulau Doom.
Barnabas Dowansiba menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar memulai pembangunan bangunan fisik, melainkan wujud nyata komitmen Kementerian Agama menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih dekat, mudah diakses, dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
“KUA adalah ujung tombak pelayanan Kemenag di tingkat distrik. Selain mencatat nikah dan rujuk, KUA juga menjadi pusat pembinaan keluarga sakinah, bimbingan perkawinan, konsultasi keagamaan hingga penguatan moderasi beragama. Maka gedung yang layak dan nyaman sangat dibutuhkan agar pelayanan berjalan optimal dan profesional,” ujar Barnabas.
Pembangunan ini mengusung konsep “KUA Green Building” yang sejalan dengan semangat Kemenag Asri dan pembangunan berkelanjutan. Konsep ini juga merupakan wujud nyata penerapan program Ekoteologi, yang mengajak menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai agama.
Nantinya gedung ini akan dilengkapi panel surya guna memanfaatkan energi baru terbarukan, sehingga lebih hemat energi dan menekan biaya operasional kantor.
Barnabas meminta seluruh pihak yang terlibat menjaga kualitas pekerjaan dan menyelesaikannya tepat waktu, agar manfaatnya bisa segera dirasakan warga Pulau Doom dan sekitarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait demi kelancaran pembangunan ini.
“Semoga pembangunan berjalan lancar, selesai sesuai rencana, dan menjadi simbol pelayanan Kementerian Agama yang modern serta berwawasan lingkungan di Papua Barat dan Papua Barat Daya,” harapnya.