Saumlaki, LINDOnews.tv – Tahapan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela resmi dimulai di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7). Polda Maluku mengerahkan pengamanan berlapis bersama TNI, Paspampres, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, CEO INPEX Corporation Takayuki Ueda, serta sejumlah pimpinan perusahaan migas nasional dan internasional.
Penyambutan dilakukan di Base Ops Lanud IG Dewanto dan Bandar Udara Mathilda Batlayeri, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kehadiran para pejabat negara dan investor menandai dimulainya tahapan penting pembangunan proyek LNG Abadi Masela yang diproyeksikan menjadi salah satu investasi strategis terbesar di kawasan timur Indonesia.
Bandar Udara Mathilda Batlayeri
Kapolda Maluku mengatakan pihaknya telah menyiapkan pola pengamanan berlapis untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kedatangan pejabat negara, investor, jalur pergerakan rombongan, lokasi akomodasi, objek vital nasional, hingga lokasi pelaksanaan groundbreaking.
“Groundbreaking LNG Abadi Masela merupakan agenda strategis nasional yang memiliki arti sangat penting bagi masa depan ketahanan energi Indonesia sekaligus pembangunan Provinsi Maluku. Seluruh personel telah ditempatkan di titik-titik strategis sesuai rencana operasi yang disusun dan bekerja secara terpadu bersama TNI, Paspampres, pemerintah daerah, serta instansi terkait,” kata Dadang.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada aspek fisik, tetapi juga mencakup deteksi dini, pengamanan objek vital, pengawasan jalur distribusi, pemetaan potensi gangguan keamanan, serta koordinasi lintas sektor.
Ia menegaskan, keamanan menjadi faktor penting dalam menciptakan kepastian investasi sehingga Polri berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama proses pembangunan PSN LNG Abadi Masela berlangsung.
“Keamanan merupakan fondasi utama keberhasilan investasi. Kami ingin memastikan seluruh tahapan pembangunan proyek ini berjalan lancar, memberikan kepastian bagi investor, sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” ujarnya.
Dadang menambahkan, proyek LNG Abadi Masela diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan produksi gas bumi, menarik investasi bernilai besar, membuka lapangan kerja, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Indonesia.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan pengamanan dilaksanakan melalui operasi terpadu yang melibatkan seluruh fungsi kepolisian dengan dukungan TNI, Paspampres, pemerintah daerah, SKK Migas, PT INPEX Masela Ltd., dan seluruh pemangku kepentingan.
“Polda Maluku telah menyiapkan pengamanan secara terpadu mulai dari kedatangan pejabat negara, pengamanan jalur, lokasi kegiatan, hingga objek-objek vital yang menjadi bagian dari rangkaian groundbreaking. Seluruh personel bekerja secara profesional, presisi, dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat sehingga seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar,” ujar Rositah.
Ia menilai keberhasilan pengamanan agenda nasional tersebut menjadi bukti sinergi antara Polri, TNI, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, SKK Migas, PT INPEX Masela Ltd., serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung proyek strategis nasional.
Seluruh rangkaian penyambutan pejabat negara, investor, dan tamu VVIP berlangsung aman dan tertib. Pengamanan yang berjalan lancar diharapkan menjadi fondasi bagi kelancaran pembangunan PSN LNG Abadi Masela sebagai proyek strategis yang diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Maluku dan kawasan timur Indonesia.