Ambon, LINDOnews.tv — Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku, Yan Zamora Noach, Fraksi PDIP, menyoroti ketimpangan kualitas pembangunan revitalisasi SMA, SMK, dan SLB di sejumlah daerah di Provinsi Maluku,
Ketimpangan ini ditemui saat Komisi IV DPRD Maluku melakukan pengawasan di sejumlah sekolah di kabupaten/kota antara lain di Maluku Tenggara dan Kota Tual beberapa waktu lalu.
Menurutnya, hasil pengawasan DPRD menemukan adanya perbedaan kualitas pekerjaan antar sekolah, bahkan dalam satu kabupaten yang sama. Kondisi tersebut dinilai terjadi akibat sistem swakelola yang menyerahkan pelaksanaan proyek langsung kepada pihak sekolah.
“Harapan pemerintah pusat sebenarnya ada keseragaman kualitas pembangunan, tetapi di lapangan ditemukan perbedaan kualitas yang cukup jelas antara satu sekolah dengan sekolah lainnya,” ungkap Yan, saat diwawancarai di ruang Komisi IV DPRD Maluku, Kamis (21/5/2026)
Ia menjelaskan, tidak semua daerah memiliki tenaga kerja atau tukang bangunan yang siap dan berkualitas sehingga mempengaruhi mutu pembangunan revitalisasi sekolah.
Selain itu, DPRD juga menemukan adanya konsultan pengawas yang menangani lebih dari tiga sekolah sekaligus, bahkan berada di wilayah berbeda pulau. Kondisi itu menyebabkan pengawasan proyek tidak maksimal.
“Kalau satu konsultan mengawasi banyak sekolah sekaligus, apalagi berbeda pulau, tentu pengawasannya tidak akan maksimal,” ujarnya.
Yan menegaskan bahwa, DPRD hanya melakukan pengawasan pada aspek kebijakan dan sasaran program, sedangkan pengelolaan anggaran revitalisasi langsung masuk ke rekening sekolah sehingga dinas pendidikan tidak memiliki kewenangan mengawasi secara teknis.
Temuan ini juga harus menjadi perhatian pemerintah provinsi sebagai Wakil pemerintah pusat untuk memberikan juga masukan kepada pemerintah pusat.
Karena itu, ia meminta adanya audit dan uji petik langsung oleh BPK terhadap proyek revitalisasi sekolah yang ada di Maluku.
“Kami berharap pekerjaan revitalisasi ini diuji langsung oleh BPK sehingga bisa diketahui efektivitas metode swakelola yang diterapkan,” tandas Yan.