Ambon, LINDOnews.tv — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Maluku, SMA Negeri 1 Ambon terus memperkuat komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, mental, dan kepribadian yang kuat.
Kepala SMA Negeri 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw, M.Si., mengatakan pendidikan karakter menjadi salah satu perhatian utama sekolah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, SMA Negeri 1 Ambon tidak menempatkan kecerdasan intelektual sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan pendidikan. Karakter justru menjadi fondasi penting yang harus dibangun sejak peserta didik berada di bangku sekolah.
“Kami tidak meletakkan kata cerdas di depan, tetapi kami meletakkan kata berkarakter kuat dan cerdas. Karena pada prinsipnya, anak-anak yang masuk ke SMA 1 umumnya memiliki tingkat inteligensi yang baik. Tetapi kata bijak mengatakan, cerdas saja tidak cukup, harus berkarakter,” ujar Laturiuw di ruang Kerjanya, Rabu, (19/8)
Ia menjelaskan, untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik, SMA Negeri 1 Ambon memiliki program unggulan BINAR SMANSA atau Binar Karakter Smansa Berbasis Kepanduan.
Program tersebut dirancang melalui kerja sama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Ambon. Pada setiap awal bulan, para pelatih dan pembina kepanduan hadir di sekolah untuk memberikan pembinaan kepada para siswa, termasuk melalui kegiatan yang terintegrasi dengan proses pembelajaran.
Materi yang diberikan antara lain berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Darma Pramuka, seperti kecintaan terhadap alam, kepedulian terhadap sesama, sikap saling menghargai, kedisiplinan, tanggung jawab, serta nilai-nilai positif lainnya.
“Kami berharap melalui kegiatan-kegiatan ini karakter anak-anak dapat tumbuh. Kami percaya anak-anak yang masuk ke sekolah ini memiliki kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Tinggal bagaimana kami di sekolah berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu anak-anak menemukan dan mengembangkan karakter mereka,” jelasnya.
Laturiuw menambahkan, penguatan karakter juga sejalan dengan program pemerintah terkait budaya sekolah aman. Karena itu, sekolah berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya.
Selain dengan unsur kepanduan, SMA Negeri 1 Ambon juga menjalin kerja sama dengan Institut Leimena dalam pengembangan Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta didik mengenai keberagaman sekaligus menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
Menurut Laturiuw, pendidikan karakter tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah maupun guru. Pembentukan kepribadian anak membutuhkan keterlibatan seluruh lingkungan, terutama keluarga.
“Karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah dan guru, tetapi tanggung jawab bersama dengan orang tua. Kami sangat mengharapkan perhatian dan dukungan orang tua terhadap hal-hal ini. Di sekolah anak-anak hanya menghabiskan beberapa jam, tetapi waktu mereka yang paling banyak justru berada di rumah,” katanya.
Karena itu, momentum HUT ke-81 Provinsi Maluku menjadi kesempatan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam membangun generasi muda Maluku.
Ia berharap sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah, organisasi kepemudaan, lembaga keagamaan, dan berbagai pihak lainnya dapat melahirkan generasi yang mampu membawa Maluku semakin maju.
“Mari kita bekerja bersama. Kita bisa membentuk karakter anak-anak kita dengan baik sehingga ke depan dapat menghasilkan profil lulusan anak-anak Maluku yang hebat, bukan hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang baik,” tandas Laturiuw.
Dengan penguatan pendidikan karakter, SMA Negeri 1 Ambon, ia menegaskan bahwa prestasi akademik dan kecerdasan harus berjalan beriringan dengan integritas, kedisiplinan, kepedulian, tanggung jawab, serta kemampuan hidup bersama dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal penting bagi generasi muda Maluku dalam menghadapi masa depan.