Ambon, LINDOnews.tv — Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan bersama-sama menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Maluku. Ajakan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Maluku dengan tema “Maluku Bersatu, Maju, Membangun Negeri.”
Benhur mengatakan, berbagai kemajuan yang telah dicapai Maluku di sejumlah bidang patut diapresiasi. Namun, di balik capaian tersebut masih terdapat persoalan mendasar yang membutuhkan intervensi dan kebijakan pemerintah secara bersama-sama, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Maluku tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat sebagai anak negeri. Karena itu, berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Keberhasilan pembangunan akan sangat bergantung pada kita sebagai anak-anak negeri. Tantangan masih menanti di depan dan harus kita hadapi bersama,” kata Benhur dalam pidatonya, Rabu, (19/8).
Ruang Paripurna DPRD Maluku
Ia menilai kondisi geografis Maluku sebagai daerah kepulauan menjadi salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan pembangunan. Jarak antarpulau serta tingginya biaya transportasi menyebabkan pembangunan dan pelayanan masyarakat membutuhkan pembiayaan yang lebih besar dibandingkan daerah yang memiliki karakteristik geografis daratan.
Dalam konteks tersebut, Benhur menyoroti kebijakan transfer ke daerah, khususnya formula pembagian Dana Alokasi Umum (DAU), yang dinilai belum sepenuhnya memperhitungkan karakteristik daerah kepulauan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah pusat agar kebijakan fiskal dapat lebih berkeadilan.
“Kebutuhan pelayanan publik di daerah kepulauan sangat mahal karena masyarakat tersebar di banyak pulau. Karakter biaya kepulauan juga belum sepenuhnya terakomodasi dalam formula pembagian Dana Alokasi Umum,” ujarnya.
Karena itu, DPRD Maluku terus mendorong perjuangan terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Daerah Kepulauan. Benhur berharap regulasi tersebut segera ditetapkan sehingga dapat menjadi landasan hukum yang lebih kuat bagi pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik serta penguatan konektivitas antarpulau.
Benhur juga menyoroti potensi sumber daya alam Maluku, termasuk pengembangan Blok Masela dan Blok Binaiya. Ia berharap pengelolaan potensi tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membuka ruang yang luas bagi masyarakat Maluku untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan.
“Anak Maluku harus menjadi tuan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan itu. DPRD Provinsi Maluku selalu mengingatkan pentingnya memperjuangkan hak-hak masyarakat di Provinsi Maluku,” tegasnya.
Selain persoalan sumber daya alam, Benhur menekankan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat hukum adat. Ia merujuk pada Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 yang mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup, sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Benhur, kepastian hukum bagi masyarakat adat perlu diperkuat melalui hadirnya Undang-Undang tentang Masyarakat Hukum Adat. Ia menegaskan, pembangunan harus tetap berjalan, tetapi tidak boleh mengorbankan masyarakat adat yang selama turun-temurun menjaga dan mengelola wilayahnya.
Pada momentum HUT ke-81 Provinsi Maluku, Benhur juga mengajak masyarakat memperkuat budaya hidup orang basudara. Ia menyebut nilai-nilai Pela Gandong sebagai salah satu kekuatan sosial yang telah menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan kohesi sosial masyarakat Maluku.
“Marilah kita bersatu dan terus berbuat baik, saling mendukung dan bersama-sama bekerja untuk kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat Maluku. Teruslah memelihara kehidupan orang bersaudara sebagai kekuatan membangun kohesi sosial di Maluku dengan ikatan Pela Gandong,” katanya.
Benhur turut memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, BUMN, BUMD, lembaga ekonomi, insan pembangunan serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi terhadap pembangunan Maluku.
Ia juga mengajak masyarakat mengenang dan menghormati jasa para pendiri serta pemimpin Maluku yang telah meletakkan dasar bagi perjalanan pembangunan daerah.
Di penghujung pidatonya, Benhur menyampaikan belasungkawa atas musibah gempa yang menimpa masyarakat di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Ia kemudian mengajak seluruh masyarakat Maluku menyatukan tekad untuk membangun daerah dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan.
“Dirgahayu Provinsi Maluku ke-81. Mari kita satukan tekad untuk terus-menerus membangun Maluku. Dengan senantiasa mengharapkan bimbingan dan penyertaan Tuhan Yang Maha Esa, semoga Maluku semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.