Kota Sorong kembali diguncang dengan beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga mengindikasikan adanya praktik “di balik layar” dalam dunia pemberitaan. Percakapan tersebut viral di media sosial dan memicu kegelisahan publik.
Dalam isi percakapan yang beredar, terlihat adanya pembahasan mengenai “komitmen” tertentu yang diduga berkaitan dengan pemberitaan. Bahkan, terdapat indikasi bahwa sebuah berita dapat kembali dipublikasikan apabila kesepakatan yang dimaksud tidak berjalan sesuai rencana.
Salah satu pihak dalam percakapan tersebut juga tampak menekan agar ada kejelasan tindak lanjut. Jika tidak, pihak tersebut mengisyaratkan akan kembali menaikkan isu ke ruang publik. Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik tekanan dalam proses pemberitaan.
Sejumlah pengamat menilai, jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut tidak hanya melanggar etika jurnalistik, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap media.
“Ini bukan sekadar persoalan komunikasi biasa. Jika media digunakan sebagai alat tekanan, maka fungsi kontrol sosialnya telah bergeser menjadi alat kepentingan,” ungkap seorang pengamat.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak yang diduga terlibat. Minimnya penjelasan justru memperkuat spekulasi di tengah masyarakat.
Publik mendesak agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi terbuka. Jika tidak, isu ini dikhawatirkan akan semakin melebar dan mencederai kredibilitas media secara keseluruhan.
👁️ Tulisan ini dibaca 64 kali