Sorong – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat, Barnabas Dowansiba, membacakan pidato Menteri dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang dilaksanakan di halaman MAN Kota Sorong dan berlangsung dengan khidmat. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak bangsa.
Dalam pidato Menteri yang dibacakan, ditegaskan bahwa pendidikan merupakan proses yang dilandasi ketulusan, kasih sayang, dan tanggung jawab untuk memanusiakan manusia. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan potensi, serta penanaman nilai-nilai kemanusiaan.
Mengutip ajaran Ki Hajar Dewantara, pendidikan harus berlandaskan sistem among yang mencakup asah, asih, dan asuh. Prinsip tersebut menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab.
Pidato tersebut juga menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban yang bermartabat.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus melakukan berbagai terobosan, salah satunya melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pendekatan ini menjadi strategi utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Lebih lanjut, disampaikan lima kebijakan strategis pemerintah dalam bidang pendidikan. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern. Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, serta kesejahteraan guru sebagai pilar utama pendidikan.
Ketiga, penguatan karakter melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan inklusif, serta bebas dari perundungan dan kekerasan. Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan bidang STEM. Kelima, perluasan akses pendidikan melalui layanan yang fleksibel dan inklusif, termasuk pendidikan jarak jauh dan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan.
Menteri menekankan pentingnya tiga aspek utama dalam mewujudkan pendidikan bermutu, yakni mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Ketiga hal tersebut menjadi kunci agar seluruh kebijakan pendidikan tidak berhenti pada tataran program, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa.
“Peringatan Hardiknas ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” tegas Barnabas Dowansiba.