Ambon, Lindonews.tv – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Fraksi Gerindra Zein Syaiful Latukaisupy, bertindak cepat meredam ketegangan pasca insiden pembakaran sejumlah sepeda motor di lokasi tambang cinnabar, Gunung Tembaga, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), 7 Januari 2026 yang nyaris memicu konflik antar warga.
Langkah cepat diambil Latukaisupy menyusul aksi pembakaran kendaraan bermotor milik penambang asal Desa Luhu, sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan kasus penganiayaan terhadap salah seorang penambang, La Ode Jamilu (43), oleh sejumlah pemuda yang diduga mencuri hasil tambang milik warga Negeri Iha.
Latukaisupy mengungkapkan, korban dianiaya menggunakan benda keras hingga harus dilarikan ke Puskesmas Negeri Iha untuk mendapatkan perawatan medis. Situasi sempat memanas karena warga menuntut agar pelaku segera ditangkap.
”Warga Negeri Iha sudah memberi waktu 2×24 jam kepada pihak Polsek Huamual untuk menangkap pelaku. Namun setelah ditunggu hingga tiga hari, tidak ada perkembangan, sehingga warga menjadi emosi dan melampiaskan protes dengan membakar kendaraan di lokasi tambang,” ungkap Latukaisupy kepada wartawan saat dikonfirmasi (9/2/2026)
Ia mengaku sangat kecewa terhadap kinerja aparat kepolisian di tingkat Polsek yang dinilai lamban merespons laporan masyarakat. Menurutnya, penanganan yang tidak cepat dan tegas justru berpotensi memicu konflik horizontal.
Untuk meredam situasi, Latukaisupy langsung berkoordinasi dengan penanggung jawab tambang dan seluruh pihak terkait. Ia menegaskan, baik pelaku penganiayaan maupun pihak yang terlibat dalam aksi pembakaran harus segera menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum.
”Keamanan dan kenyamanan masyarakat harus dijamin. Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindak kekerasan maupun perusakan. Semua harus diproses sesuai hukum,” tegasnya.
Sebagai langkah mediasi, Latukaisupy mendorong partisipasi warga Negeri Iha dan Desa Luhu untuk bersama-sama mengganti kendaraan yang terbakar, demi mencegah munculnya dendam dan konflik berkepanjangan.
”Langkah ini saya ambil agar ada rasa tanggung jawab bersama, sehingga tidak menimbulkan dendam dan keinginan balas-membalas yang bisa memperparah keadaan,” jelas Latukaisupy
Ia juga mengimbau agar untuk sementara waktu, warga Negeri Iha hanya menggunakan jalur laut dalam beraktivitas, guna menghindari potensi gesekan pasca insiden tersebut. Sementara kepada Pemerintah Desa Luhu, ia memastikan warganya tetap dapat melintas jalur darat dengan aman.
Selain itu, Latukaisupy menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun dari warga Negeri Iha, baik di Dusun Uhe maupun Dusun Hulung, yang berani melakukan kekerasan terhadap warga Desa Luhu.
”Saya tegaskan, jika ada warga Iha yang melakukan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap warga Luhu, maka saya akan ambil langkah tegas, yakni mengeluarkan pelaku dari lokasi tambang dan wilayah Negeri Iha,” tandasnya.
Menurut Latukaisupy, langkah tersebut diambil hanya demi menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan keharmonisan antar warga di kawasan pertambangan.