Ambon, LINDOnews.tv – Anggota Komisi IV DPRD Maluku, Yan Zamora Noach, menegaskan bahwa kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela harus dilihat sebagai peluang ekonomi yang lebih luas, bukan semata-mata kesempatan untuk bekerja langsung di dalam proyek tersebut.
Menurutnya, tingginya animo masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bekerja di Blok Masela merupakan hal yang wajar. Namun, pemerintah daerah perlu memberikan pemahaman bahwa tidak semua pencari kerja akan terserap dalam proyek tersebut.
“Blok Masela memang menjadi magnet bagi para pencari kerja. Tetapi kita harus memahami bahwa tidak semua masyarakat bisa bekerja langsung di proyek itu. Karena itu, pemerintah daerah harus menyiapkan berbagai kompetensi lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menangkap peluang ekonomi yang muncul sebagai dampak dari proyek tersebut,” ujar Noach, kepada wartawan, di Ruang Komisi IV, Senin (8/6)
Ia menjelaskan, keberadaan ribuan pekerja yang akan terlibat dalam proyek Blok Masela nantinya akan menciptakan kebutuhan besar di berbagai sektor pendukung, mulai dari kuliner, jasa, perumahan, rumah kos, bengkel, hingga penyediaan produk-produk lokal unggulan.
“Yang perlu dipersiapkan bukan hanya tenaga kerja untuk masuk ke proyek, tetapi juga pelaku usaha yang mampu menyediakan kebutuhan para pekerja. Akan ada kebutuhan makanan, tempat tinggal, jasa perbengkelan, dan berbagai layanan lainnya. Ini peluang usaha yang harus ditangkap masyarakat,” katanya.
Karena itu, ia meminta pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas program pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Pelatihan tidak hanya difokuskan pada keahlian teknis yang dibutuhkan industri migas, tetapi juga pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kompetensi yang dibangun harus beragam. Anak-anak muda kita perlu dibekali kemampuan berwirausaha dan keterampilan lain yang mendukung tumbuhnya ekonomi lokal. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari Blok Masela dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelas Noach
Terkait masih tingginya angka pengangguran di Maluku, ia berharap berbagai proyek strategis nasional maupun investasi yang masuk ke daerah dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa investor yang beroperasi di Maluku memberikan perhatian terhadap kebutuhan tenaga kerja daerah.
“Kita berharap proyek-proyek strategis nasional dan investasi yang masuk dapat membantu menekan angka pengangguran. Investor juga harus diberikan penegasan agar memperhatikan tenaga kerja lokal, karena tingkat pengangguran kita masih cukup tinggi dan jumlah pencari kerja juga terus bertambah,” tegasnya.
Ia kembali mengingatkan bahwa manfaat Blok Masela tidak boleh hanya dilihat dari sisi pekerjaan di lokasi proyek. Dampak ekonomi turunannya justru harus menjadi perhatian utama pemerintah agar mampu membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat.
“Jangan hanya fokus pada pekerjaan di dalam proyek Blok Masela. Yang juga harus dilihat adalah peluang usaha yang muncul sebagai dampak dari proyek tersebut. Ruang-ruang ekonomi itu harus dipersiapkan sejak sekarang agar masyarakat Maluku benar-benar menjadi bagian dari manfaat pembangunan ini,” tandas Noach