Ambon, Lindonews.tv – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, bahwa dalam menghadapi berbagai permasalahan pembangunan yang semakin Kompleks di Indonesia, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah sebagai fondasi utama.
Penegasan ini disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah se-Indonesia, di Bogor, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang koordinasi rutin, melainkan sebagai wadah strategis untuk menyelaraskan langkah kebijakan antar tingkatan pemerintah. Hal ini bertujuan, memastikan pembangunan berjalan terpadu dan tidak terfragmentasi.
”Rakornas kali ini fokus pada sinergi yang erat. Kami semua mendapatkan pemahaman jelas tentang kondisi terkini bangsa, dan bagaimana kita harus bersinergi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” ujar Bodewin.
Menurutnya, berbagai isu nasional saat ini tidak dapat diselesaikan secara terpisah atau parsial. Dibutuhkan kerja kolektif, yang melibatkan berbagai sektor dan wilayah agar solusi yang ditemukan efektif dan menyeluruh.
Rakornas menjadi kesempatan penting untuk menyamakan persepsi, dan menyusun langkah konkret yang akan dijalankan di lapangan.
Salah satu poin penting yang disampaikan Presiden adalah tentang pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan hidup.
Pemerintah pusat menegaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan dan investasi harus selalu sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan alam.
”Investasi adalah motor penggerak ekonomi, namun tidak boleh menjadi beban bagi lingkungan. Kami semua diminta untuk memberikan perhatian khusus pada permasalahan sampah, dan kelestarian alam,” jelas Wali Kota.
Selain isu lingkungan, kepala daerah juga mendapatkan arahan untuk aktif mendukung program strategis nasional. Di antaranya adalah, program Astacita untuk kedaulatan pangan, Sekolah Rakyat untuk meningkatkan akses pendidikan merata, serta program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan perbaikan gizi dan kesejahteraan masyarakat.
Bodewin menekankan, bahwa peran kepala daerah tidak hanya sebatas menjalankan kebijakan dari pusat, tetapi juga sebagai agen pembangunan yang aktif, dalam memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di daerahnya.
”Kita tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga harus mampu menggerakkan berbagai pihak, agar program ini berjalan dengan efektif dan tepat sasaran,” tandasnya
Dengan memperkuat kolaborasi antara pusat dan daerah, diharapkan pembangunan nasional dapat berjalan lebih terarah, merata hingga pelosok daerah, serta berkelanjutan.
“Hal ini diharapkan akan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat dan menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang,” harap Wali Kota.