Ambon, lindonews.tv – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Andreas Taborat meminta perhatian pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat, untuk mengantisipasi rangkaian hari besar keagamaan yang berlangsung berdekatan pada akhir Maret hingga awal April, guna memastikan stabilitas kebutuhan masyarakat tetap terjaga.
Menurutnya, tiga hari raya penting akan berjalan berurutan, yaitu 19 Maret Hari Raya Nyepi, 21 – 22 Maret Hari Raya Idul Fitri, dan 3 – 4 April Paskah Kristus.
”Periode ini akan meningkatkan aktivitas dan kebutuhan masyarakat, sehingga perlu antisipasi yang matang dan kerja sama dari semua pihak,” ujar Andreas, saat diwawancarai di Kantor DPRD, Senin (16/3/2026).
Dia mengatakan, berbagai lembaga termasuk BUMN, BUMD, SKPD, dan instansi terkait lainnya telah melakukan persiapan internal.
Masing-masing telah menyusun langkah-langkah, untuk mengantisipasi potensi kendala, yang mungkin muncul selama periode tersebut.
”Kami sangat menghargai upaya semua pihak yang telah mulai mengantisipasi masalah, menyiapkan solusi untuk mengurangi dampak negatif, serta melakukan koordinasi guna memastikan kegiatan masyarakat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Andreas menyebut, stabilitas harga bahan pokok menjadi prioritas utama. Ia menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk melakukan pengawasan harga secara berkala, menjalankan operasi pasar jika diperlukan, melakukan pengecekan langsung ke pasar tradisional dan modern, serta menjalin koordinasi sampai ke tingkat kabupaten dan kota.
”Kita harus memastikan, bahwa harga kebutuhan pokok tidak melambung, dan tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pasokan listrik yang stabil dari PLN. Andreas menambahkan, selama periode hari raya Maret sampai awal April, diharapkan tidak ada pemadaman yang mengganggu aktivitas masyarakat.
”Energi listrik sangat vital, karena hampir semua aktivitas bergantung pada listrik. Kami meminta PLN, untuk menghindari pemadaman listrik selama periode hari raya, menindaklanjuti laporan pemadaman yang terjadi di beberapa daerah termasuk Kota Ambon, serta mencari tahu penyebab pemadaman rutin setiap hari Sabtu,” katanya.
Untuk itu Andreas berharap, agar semua persiapan yang telah dilakukan dapat menjamin kelancaran seluruh kegiatan selama hari raya, harga bahan pokok yang terkendali, serta pelayanan publik yang tetap optimal, untuk kesejahteraan masyarakat Provinsi Maluku.