Ambon – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Reza Mony. Menyatakan dengan tegas, bahwa pihak pengelola GIIA Maluku Hotel, yakni PT. Balito Sano Kelola segera menangani masalah teknis kerusakan gedung, dan tidak lagi menyampaikan keluhan kepada DPRD.
Menurut Reza, kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran dan pemotongan transfer ke daerah, menyebabkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi pilihan utama, dalam upaya mendukung pembangunan Maluku. Disampaikan kepada Wartawan, Selasa (27/01/2025)
”Pembangunan daerah ini bergantung pada kreativitas, integritas, dan komitmen kita semua dalam memenuhi target PAD,” ujar Reza
Ia menjelaskan, bahwa sebelum penandatanganan kontrak kerjasama, gedung GIIA Maluku Hotel telah melalui verifikasi dan pengecekan langsung, sehingga tentu sudah layak digunakan.
”Setelah kontrak ditandatangani, masalah teknis seperti kebocoran menjadi tanggung jawab pengelola,” tegasnya.
Namun, ia juga memberikan apresiasi, karena meskipun awalnya ada penunggakan, pembayaran dari pihak pengelola akhirnya dapat diselesaikan. Siklus keuangan pengelola juga mulai menunjukkan peningkatan sejak pertengahan 2025.
”Harapannya tahun ini dan mendatang, tidak ada lagi keterlambatan pembayaran, agar kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku tidak terhambat,” tandasnya
Terkait capaian realisasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Reza menyatakan, bahwa hasilnya terlalu jauh dari harapan, sehingga sulit untuk memberikan komentar lebih lanjut, meskipun ada klarifikasi data dari pihak dinas.