Ambon – Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Nita Bin Umar menyoroti sejumlah persoalan krusial yang terjadi di Maluku terkait dengan pengelolaan pasar Mardika dan pelayanan di SPBU Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, yang menjadi kegelisahan masyarakat.
Nita mengatakan, bahwa pengelolaan Pasar Mardika hingga kini masih menjadi polemik di kalangan masyarakat dan pedagang
Ia menyampaikan, terkait pihak yang berwenang mengambil retribusi, apakah dari provinsi atau kota, serta keluhan pedagang mengenai ketidakjelasan dalam sistem pembayaran retribusi. Disampaikan kepada wartawan, Rabu (28/01/2025)
”Kita sering melihat dan mendengar keluhan pedagang, ada juga sebagian yang belum membayar kewajiban mereka, meskipun sudah menempati lokasi. Jika memang ada yang tidak mau membayar, mestinya ada langkah tegas, dengan keluarkan mereka dari lokasi. Tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan menjadi contoh buruk bagi yang lain,” tegas Nita
Ia juga mengingatkan, bahwa saat kunjungan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu, pasar tersebut terlihat sangat rapi dan bersih.
Namun, setelah kunjungan selesai, kondisi pasar kembali seperti sediakala, atau bahkan mirip “kapal pecah”, seperti yang sering diucapkan masyarakat Kota Ambon.
”Sebagai ibu rumah tangga yang sering ke pasar melihat betul kondisi ini. Jika ada ketegasan untuk menempatkan semua pedagang di dalam ruangan, pembeli pasti akan mencari barang di dalam. Masalahnya adalah kurangnya ketegasan, sehingga banyak pedagang yang berjualan di luar, dan menyebabkan kemacetan di jalan yang seharusnya digunakan untuk lalu lintas,” ungkapnya
Selain masalah pasar, Nita juga mengajak Pertamina sebagai mitra kerja Komisi II, untuk memperhatikan pelayanan di SPBU Kebun Cengkeh.
Menurutnya, antrian kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar seringkali mengantri sampai ke jalan raya dan menyebabkan kemacetan parah, terutama di dua arah jalan menuju atas dan bawah.
”Kami mohon, agar Pertamina mempertegas batasan area antrian, untuk pengisian bensin. Apalagi bulan puasa akan segera tiba, pastinya kebutuhan akan bahan bakar akan meningkat. Harapannya, segera dilakukan penyesuaian agar tidak terjadi kemacetan yang lebih parah,” Tandas Wakil Ketua Komisi II
Akhir pembicaraannya, Nita mengatakan, sebagai wakil rakyat, pihaknya siap bekerja sama dengan semua pihak terkait, untuk mencari solusi terbaik bagi permasalahan yang terjadi ini.