Ambon, LINDOnews.tv – Selain membahas proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026, Komisi IV DPRD Maluku juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi SMA Siwalima yang kini menjadi bagian dari Program Garuda Transformasi dan ditetapkan sebagai sekolah unggulan nasional.
Dalam rapat bersama pihak sekolah dan para pemangku kepentingan terkait, Komisi IV membahas berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menunjang aktivitas 470 siswa yang tinggal di asrama, mulai dari kelas X hingga kelas XII.
Ketua Komisi IV menjelaskan, keterbatasan anggaran Pemerintah Provinsi Maluku saat ini menyebabkan pembiayaan kebutuhan siswa belum dapat ditanggung secara penuh. Kantor DPRD Maluku, Senin (8/6).
Pemerintah daerah baru mampu menyediakan kebutuhan makan pagi dan makan malam bagi para siswa, sehingga masih diperlukan dukungan berbagai pihak untuk membantu pemenuhan kebutuhan makan siang.
Selain kebutuhan operasional siswa, Komisi IV juga menyoroti sejumlah fasilitas yang masih perlu dibenahi dan ditingkatkan. Beberapa di antaranya adalah penambahan ruang belajar yang masih kurang, penyediaan meubelair atau perabot sekolah, perluasan ruang makan agar mampu menampung seluruh siswa, peningkatan fasilitas air bersih di lingkungan asrama, serta penguatan layanan kesehatan melalui pembentukan Pos Kesehatan (Pustu) di kawasan sekolah.
Komisi IV juga mendorong adanya perubahan tata kelola di SMA Siwalima dengan memisahkan manajemen pendidikan dan pengelolaan asrama. Menurut mereka, sistem tersebut akan membuat para guru dapat lebih fokus menjalankan tugas akademik, sementara urusan pembinaan kehidupan siswa di asrama ditangani oleh pengelola khusus.
“Guru tidak lagi dibebani tugas sebagai pengasuh, pengawas asrama maupun penjaga keamanan. Semua itu menjadi tanggung jawab manajemen asrama yang terpisah sehingga fungsi pendidikan dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.
Selain aspek sarana dan tata kelola, Komisi IV turut menyoroti pentingnya komitmen orang tua siswa yang memilih SMA Siwalima sebagai tempat pendidikan anak mereka. Untuk itu, orang tua diwajibkan menandatangani surat perjanjian sebagai bentuk kesediaan mendukung seluruh program pendidikan yang dijalankan sekolah.
Kebijakan tersebut lahir dari pengalaman sebelumnya ketika terdapat siswa yang memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke perguruan tinggi ternama, namun keberangkatannya ditolak oleh orang tua.
Situasi tersebut dinilai dapat memengaruhi reputasi sekolah sekaligus hubungan kerja sama yang telah dibangun dengan berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Saat ini, melalui Program Garuda Transformasi, SMA Siwalima memiliki peluang yang lebih besar untuk mengantarkan para lulusannya melanjutkan pendidikan ke berbagai universitas terbaik di Indonesia maupun ke jajaran 100 universitas terbaik dunia.
Komisi IV DPRD Maluku berharap berbagai pembenahan yang sedang dilakukan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan, menciptakan lingkungan belajar dan asrama yang lebih nyaman, serta memperkuat posisi SMA Siwalima sebagai salah satu sekolah unggulan nasional yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing global.